Langsung ke konten utama

KEPASTIAN LOGIKA TENTANG ADANYA TUHAN





A. LOGIKA
Logika adalah suatu metode berfikir di dalam mencari kebenaran ada dan EsaNya Tuhan, merupakan suatu sistem yang memudahkan menemukan apa yang dituju secara tepat dan tepat, maka methode dan sistem tersebut ialah penggunaan logika akademi. Logika adalah bagian dari pada filsafat, yang mengjarkan cara-cara manusia berfikir secara tepat dan tepat.
Logika yang sering juga disebut “mantik” adalah ilmu fikiran yang lurus untuk mencapai pengetahuan yang benar. Yakni bagaimana seluk-beluk terjdinya pengamatan, pertimbangan, pengertian dan kesimpulan serta methodenya membentuk, itulah lapangan logika. Dalam sejarah filsafat diketahui bahwa pembina logika yang pertama adalah Aristoteles, dengan bukunya yang berjudul “Organon” yang berarti alat, maksudnya yaitu alat untuk berfikir.
Dalam hubungan Dr. M.J. Lengeveld menyatakan bahwa logika mempelajari syarat-syarat yang harus dicukupi oleh pemikiran yang menurut akal untuk menghasilkan pengetahuan yang benar. Syarat-syarat itu dipelajarinya dan dibayangkan kepada ahli pemikir agar berbuatlah usahanya, karena kebenaran itu menjelma dalam pendapat, maka orang pun menamakan logika itu kepandaian untuk memutuskan secara jitu, dan yang ada benarnya.
Demikianlah manusia dalam berfikir, bagaimanapun cerdasnya pemikiran itu terbatas adanya sesuai dengan keterangan Al-Qur’an: “Wama Utitum Minal Ilmi Illa Qalila ( Engkau tidak diberi pengetahuan melainkan sedikit sekali). Tegasnya akal dan pengetahuan manusia bukanlah lahir atas kekuatannya sendiri melainkan mendapat kekuatan dari Akal Yang Maha Agung (Tuhan).
Oleh karena itulah Zat Allah SWT. Tidaklah mampu dijangkau dengan panca indera yang kita punya. Tuhan dapat diketahui dan dilihat melalui alat khusus yakni “akal pemikiran yang sehat”. Inilah perlunya berfilsafat dengan menggunakan logika akademi untuk mengetahui AdaNya Tuhan. Dengan kata lain, seandainya Tuhan bisa diketahui melalui pancaindera manusia, maka sudah barang tentu kita tidak perlu lagi berfilsafat, berlogika, dan berfikir keras.
Selanjutnya jika kita masuk kedalam kategori “mugkin” adanya suatu zat, maka kemungkinan adanya zat itu adalah dengan suatu sebab. Begitulah bahwa ia tidak mungkin “tidak ada” kecuali dengan suatu sebab. Sebagaian dari hukum-hukum yang “mungkin”, ialah bahwa sesuatu yang maujud itu adalah baru. Karena telah pasti bahwa dia tidak bisa wujud (ada) kecuali dengan suatu sebab. Makhluk atau alam ini termasuk manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan jika kita perhatikan termasuk dalam kategori “mungkin”
Oleh karena itu wajiblah ada sebab yang berdiri dibelakang segala yang mungkin. Dan segala wujud yang terjadi tanpa sebab yang memungkinkan adalah wajib, karena tidak ada dibalik yang mungkin itu kecuali mustahil dan wajib. Sedang yang mustahil itu tidak bisa diwujudkan. Maka tetaplah, bahwa segala yang mungkin yang telah ada terwujud, pasti ada yang mewujudkannya, yakni zat yang wajib ada. Inilah yang merupakan kesimpulan bahwa yang mustahil itu tidak bisa diwujudkan, sedangkan yang mungkin itu bisa diwujudkan. Wujudnya itu membuktikan dengan pasti adanya zat yang wajib ada. Zat yang ada itulah yang kita namakan Tuhan.
.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aristoteles berkata

Kata Mutiara dari Aristoteles • Teman adalahseseorang yang hatinya seperti hatimu terhadap hal-hal yang engkau sukai,hanya ssaja hati itu tidak ada pada dirimu. • Aristoteles berkata, “ Memasuki medan perang tanpa berbekal senjata lebih selamat daripada memasuki sekelompok orang tanpa berbekal ilmu”. • Janganlah terlalu mencemaskan sesuatu yang telah hilang darimu,itu adalah sifat wanita yang lemah. • Jangan engkau menginginkan sesuatu yang akan musnah dan akan habis sesaat. • Orang yang pandai akan cocok dengan orang yang pandai, sedangkan orang yang bodoh tidak akan cocok dengan orang pintar ataupun oaring bodoh. Seperti seseuatu yang lurus akan cocok terhadap segala sesuatu yang lurus sebaliknya segala sesuatu yang bengkok tidak akan cocok dengan sesuatu yang lurus ataupun yang bengkok.

5 Tips to Reduce Depression

While war and poor economic conditions begin to affect people all over the world, more and more people suffer with depression. The more we focus on news events and the business climate, the more we are depressed. Whatever the reason you feel is the cause of your depression, the following five simple tips guarantee you reduce it significantly. 1. Do not read newspapers. Newspapers publish negative stories most of the time. Even in peaceful periods, newspapers will find the worst in humanity and place negative stories on display in order to promote sales and subscribers. Stories focused on War, rebellion, death, destruction, doom and despair abound in the newspapers. You will not miss any news. Friends, family, and your local air raid siren will keep you informed if your attention is needed. Only pay attention to the things you can control in your life. Stop reading the newspaper and reduce the negative input to your brain. 2. Turn off your television. Watching and listening about ...

Disiplin Ngerjain Tugas VS Tugas Numpuk

Assalamu'alaikum, selamat pagi,. Semangat Pagi, Selalu semangat pagi.🙏 Alhamdulillah, kita masih bisa sehat dan segar bugar. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW Hay, siswa sekalian, karena kegiatan belajar di rumah diperpanjang hingga 11 April maka pak guru berharap kalian selalu sehat dan menjaga kesehatan.  Jangan menunda-nunda tugas. "Pak guru, kita kok banyak tugas..." "Bu guru, tugasnya numpuk..." "Banyak banget tugasnya.aarrrgh @#$56&*"😊 Kata-kata ini keluar jika kita MALAS dan TIDAK DISIPLIN...😊 Karena MENUMPUK TUGAS, bukannya langsung dikerjakan sesuai jadwal malah ditumpuk. Guru-gurumu memberikan tugas untuk MENGERJAKAN TUGAS tepat waktu, bukan MENUMPUK TUGAS... Jika perlu kerjakan tugas-tugas kalian sesuai jadwal pelajaran di sekolah. (Anggap lalian berada di kelas maka ketika jam sekolah (jam 7.30-13.10) ini waktu belaj...